Rumah Belajar Kader

 

RUMAH BELAJAR KADER

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Peranan Posyandu yang strategis dalam menciptakan SDM berkualitas sejak dini, perlu ditindak lanjuti dengan penguatan terhadap lembaga tersebut. Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di  masyarakat, termasuk kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengertian kader kesehatan menurut Mantra (1983), adalah tenaga yang berasal dari masyarakat, dipilih oleh masyarakat dan bekerja bersama untuk masyarakat secara sukarela. Agar kader mampu dan mau melaksanakan tugasnya, yaitu membantu masyarakat untuk bisa menolong dirinya sendiri dan berperan serta aktif dibidang kesehatan mereka perlu dipersiapkan dan dikembangkan. Persiapan kader harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, karena di tangan mereka terletak keberhasilan pengembangan dan pembinaan peran serta masyarakat yang sangat penting itu. Persiapan pelatihan kader yang kurang baik dapat mengakibatkan dan pandangan negatif pihak masyarakat terhadap usaha-usaha yang dilaksanakan.

Sedangkan menurut WHO (1993), Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau perempuan yang di pilih masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan baik perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pelayanan kesehatan dasar. Sebagai kader diharapkan mereka melakukan pekerjaannya secara sukarela tanpa menuntut imbalan berupa uang atau materi lainnya. Meskipun pada mulanya hanya ditunjuk dan tidak tahu apa-apa, tetapi sebagian dari mereka tidak merasa keberatan, tidak menyesal dan tidak merasa terpaksa (Kurniasi, 2002).

Keterampilan petugas Posyandu menurut Azwar (1996), merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam sistim pelayanan di posyandu, karena dengan pelayanan kader yang terampil akan mendapat respon positif dari Ibu-ibu balita sehingga terkesan ramah, baik, pelayanannya teratur hal ini yang mendorong Ibu-ibu rajin ke posyandu. Ketrampilan disini dilihat dalam usaha melancarkan proses pelayanan di posyandu.

Pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan pada saat pelatihan kader menurut Mantra (1983), harus disesuaikan dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat

Pembinaan teknis kepada kader sangat diperlukan mengingat kader tak mungkin sekaligus diberi segala pengetahuan dan ketrampilan yang mereka perlukan. Pengetahuan dan ketrampilan kader perlu dibina terus oleh petugas-petugas teknis dari berbagai lintas sektor sesuai dengan bidangnya. Selain pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan dengan program kegiatan untuk meningkatkan pelayanan di posyandu. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu melalui kursus, pelatihan dan refreshing secara berkala sehingga kualitas dan keahlian dalam menangani pelayan penimbangan di posyandu lebih profesional. Dengan cara ini diharapkan kelestarian kader dapat dipertahankan, karena mereka ditunjang oleh suatu kegiatan yang menjamin hidupnya