PERTEMUAN KOORDINASI LINTAS SEKTOR TENTANG PENANGAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMAHARJO

PERTEMUAN KOORDINASI LINTAS SEKTOR TENTANG PENANGAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMAHARJO

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Dilihat dari situasi penyebaran Covid-19 yang sudah hampir menjangkau seluruh wilayah provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus dan/atau jumlah kematian semakin meningkat dan berdampak pada aspek politik, ekonomi, social, budaya, perathanan dan keamaan serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Begitupun situasi penyebaran covid-19 di wilayah Pacitan juga semakin meningkat. Dengan adanya peningkatan kasus covid-19 perlu adanya penanganan cepat dan kerjasama baik secara lintas program atau lintas sektor. Maka dari itu, Puskesmas Gemaharjo menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor tentang alur penanganan covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo yang telah dilaksanakan pada 22 September 2020 di Puskesmas Gemaharjo. Kegiatan diikuti oleh ketua satgas Covid Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra, Babinsa dan Bhabinkamtibnas.

Pertemuan koordinasi linsek dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dimana sebelum masuk ruangan peserta kegiatan wajib cek suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Serta adanya pembatasan jumlah peserta pertemuan (maksimal 27 orang termasuk petugas kesehatan). Dengan jarak antara kursi peserta 1 meter.

Materi pertemuan disampaikan oleh dr.Jaka Setiyono. dr.Jaka menegaskan, bahwasanya pasien rapid tes dengan hasil reaktif belum pasti positif covid-19. Perlu pengecekan lebih pasti melalui swab test. Serta pasien dengan hasil tes reaktif perlu diberikan edukasi langsung bukan hanya pada pasien saja akan tetapi keluarga pasien dan masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak ada berita HOAX yang tersebar di masyarakat. Selain itu peran lintas sektor sangat fundamental dalam mengkondisikan situasi di wilayah.

Warga yang datang dari luar kota/zona merah yang telah membawa hasil rapid test, tidak perlu test ulang di Puskesmas. Warga yang datang dari 4 zona merah (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jakarta) diharapkan segera melapor ke pengurus rukun tetangga (RT) dan Petugas Kesehatan Desa (perawat/bidan desa). Selanjutnya akan dijadwalkan rapid test di Puskesmas. Pemeriksaan rapid test maupun swab test tidak dipungut biaya/gratis.

dr.Jaka Setiyono pun menjelaskan situasi pelaku perjalanan di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo Bulan Agustus sampai dengan 13 September 2020. Adapaun hasilnya sebagai berikut :

No Desa Jml pelaku perjalanan Pelaku perjalanan yang di lakukan pemeriksaan rapid tes Pelaku perjalanan dengan hasil rapid reaktif Hasil swab positif
1 Gemaharjo 11 3 1 0
2 Tahunan 30 11 0 0
3 Tahunan Baru 9 8 2 0
4 Ploso 50 14 1 1

Disela-sela materi, Bapak Fatchul Huda,Amd.Kep selaku surveilans Puskesmas Gemaharjo serta dr.Harmas selaku dokter umum di Puskesmas Gemaharjo yang ditugaskan di Wisma Atlit Pacitan juga berbagi cerita dan pengalaman mengenai penanganan covid-19.

Diharakan dengan adanya pertemuan koordinasi linsek tentang penanganan covid-19 dapa meningkatkan pengetahuan linsek mengenai penanganan bagi pelaku perjalanan, suspek maupun kasus konfirmasi di wilayah serta dapat meningkatan koordinasi antara lintase sektor dengan Puskesmas dalam menangani masalah covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo.

About the author

adminpuskesmas administrator

Leave a Reply