Gambaran Umum

GAMBARAN UMUM

  1. KEADAAN GEOGRAFI

Puskesmas Gemaharjo terletak pada posisi 111,00 – 111,36 BT dan 8.00 – 8,04 LS, dan berbatasan langsung dengan Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo memiliki batas wilayah sebagai berikut            :

  • Sebelah Utara                    : Desa Wates Kecamatan Slahung Ponorogo
  • Sebelah Timur                   : Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Ponorogo
  • Sebelah Selatan                 : Desa Pucangombo Kecamatan Tegalombo
  • Sebelah Barat                    : Desa Watu Pathok Kecamatan Bandar

Puskesmas Gemaharjo mempunyai luas wilayah 52,78 Km² dengan wilayah sebagian besar daerah perbukitan/pegunungan yaitu 80% dataran tinggi dan 20% dataran rendah dengan kondisi jalan 80% makadam. Terdiri dari  :

                  – Jumlah desa                          : 4 Desa

                  – Jumlah dusun                        : 20 Dusun

                  – Jumlah RW                           : 61

                  – Jumlah RT                             : 205

B.  KEPENDUDUKAN

                        Jumlah Penduduk Puskesmas Gemaharjo tahun 2019 berdasarkan proyeksi penduduk dari Propinsi Jawa Timur adalah sebesar 17.496 jiwa yang terdiri dari 8.477 jiwa laki – laki atau 48,45% dan 9.019 jiwa Perempuan atau 51,55%  naik 0,16% atau 29 jiwa dari tahun 2018.

Grafik 2.1

Penduduk Puskesmas Gemaharjo berdasarkan Sex perdesa Tahun 2019

            Sex rasio laki – laki terhadap perempuan 94,00% ini berarti setiap 100 penduduk perempuan tardapat 93 – 94 penduduk laki – laki.

  1.   KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN

Penduduk sasaran Program Kesehatan Puskesmas Gemaharjo adalah sebagian besar petani, buruh tani, pedagang/pengusaha dan sebagian Pegawai Negri Sipil.

Jumlah penduduk miskin Puskesmas Gemaharjo tahun 2019 adalah sebanyak 13.030 jiwa atau 74,47% dari penduduk Puskesmas Gemharjo. Bila dilihat dari tingkat pendidikannya penduduk Puskesmas Gemaharjo rata – rata mengenyam pendidikan formal selama 9 tahun

Gambaran tentang Tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh penduduk Puskesmas Gemaharjo pada tahun 2019 seperti pada Grafik 2.2 dibawah ini

Grafik.2.2

Pendidikan Tertinggi Yang ditamatkan Penduduk Berusia 10 Tahun Keatas

  1.   KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN

Penduduk sasaran Program Kesehatan Puskesmas Gemaharjo adalah sebagian besar petani, buruh tani, pedagang/pengusaha dan sebagian Pegawai Negri Sipil.

Jumlah penduduk miskin Puskesmas Gemaharjo tahun 2019 adalah sebanyak 13.030 jiwa atau 74,47% dari penduduk Puskesmas Gemharjo. Bila dilihat dari tingkat pendidikannya penduduk Puskesmas Gemaharjo rata – rata mengenyam pendidikan formal selama 9 tahun

Gambaran tentang Tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh penduduk Puskesmas Gemaharjo pada tahun 2019 seperti pada Grafik 2.2 dibawah ini

Grafik.2.2

Pendidikan Tertinggi Yang ditamatkan Penduduk Berusia 10 Tahun Keatas

Puskesmas Gemaharjo Tahun 2019

BAB  III

PROGRAM POKOK KESEHATAN PUSKESMAS GEMAHARJO

  1. TUJUAN

Tujuan Puskesmas Gemaharjo adalah :

1. Memberdayakan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku sehat dan mengembangkan  upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat

2.   Mewujudkan lingkungan yang sehat yang mendukung peningkatan derajat kesehataan masyarakat

3.   Meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan

4.  Menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular

5. Meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat  terutama pada ibu hamil, bayi, dan anak balita

6.   Meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan bayi

  • SASARAN

Berdasarkan Renstra Kesehatan Dinas kesehatan kabupaten pacitan dan juga berdasarkan Stantardt Pelayanan Minimal Bidang kesehataan maka sasaran program kesehatan adalah sebagi berikut       :

  1. Meningkatnyaupaya pemberdayaan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Rumah Tangga yang ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),
    1. Cakupan Desa Siaga Aktif,
      1. Cakupan posyandu purnama dan mandiri.
  • Meningkatnya kualitas lingkungan hidup yang lebih sehat guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Desa melaksanakan Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM),
    1. Penduduk yang menggunakan jamban,
      1. Jumlah rumah berjamban,
      1. Cakupan Institusi yang dibina,
      1. Tempat Pengolahan Makanan (TPM) sehat (memenuhi syarat),
      1. Cakupan rumah sehat,
      1. Cakupan penduduk memanfaatkan air bersih,
      1. Cakupan rumah penduduk memiliki SPAL,
      1. Cakupan TP3 Pestisida memenuhi syarat,
      1. Cakupan Tempat-Tempat Umum memenuhi syarat,
    1. Meningkatnyakualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Kunjungan puskesmas (visit rate),
    1. Kunjungan Rawat Jalan,
      1. Kunjungan Rawat Inap,
        1. Kunjungan BP gigi,
        1. Kunjungan Laboratorium,
        1. Kunjungan rumah (PHN),
        1. Kunjungan pasien jiwa,
    1. Menurunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Cakupan Desa/Kelurahan UCI,
  2. Cakupan penemuan penderita AFP,
  3. Cakupan penemuan penderita Pneumonia Balita,
  4. Cakupan penemuan pasien baru TB BTA Positif,
  5. Angka Kesembuhan penderita penyakit TBC BTA Positif,
  6. Cakupan Penderita DBD yang ditangani,
  7. Cakupan penanganan penderita diare,
  8. Klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS,
  9. Cakupan penanganan penyakit malaria,
  10. Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam.
  11. Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk aedes
    1. Meningkatnya status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan anak balita.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Prevalensi balita gizi buruk,
  2. Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin,
  3. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan.
  4. Cakupan ibu hamil mendapat tablet besi (Fe3),
  5. Cakupan anak balita mendapat Vitamin A 2 kali setahun,
  6. Desa/kelurahan dengan garam beryodium baik,
  7. Cakupan bayi mendapat ASI Eksklusif,
  8. Cakupan balita ditimbang yang naik berat badannya (D/N),
    1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak balita, remaja  dan usia lanjut.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Cakupan kunjungan Ibu Hamil K4,
  2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani,
  3. Cakupan pertolongan persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan,
  4. Cakupan pelayanan nifas,
  5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani,
  6. Cakupan kunjungan bayi baru,
  7. Cakupan pelayanan anak balita,
  8. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat,
  9. Cakupan peserta KB Aktif,
  10. Cakupan pelayanan kesehatan remaja,
  11. Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut.
    1. Meningkatnyajaminan pelayanan kesehatan pada penduduk miskin.

Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

  1. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin,
  2. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin.

Sedangkan target tahun 2019 dari indikaor tersebut adalah sesuai dengan target Setandart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

NO. NAMA INDIKATOR KINERJA TARGET HASIL /   REALISASI    (A) TARGET/ SASARAN SETAHUN  ( B ) ( A )/( B )  ( % ) KETERANGAN
1 Pelayanan Kesehatan Ibu hamil ( K4 ) 100% 171 246 69,51  
2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin 100% 173 222 77,93  
3 Pelayanan Kesehatan bayi baru lahir 100% 169 195 86,67  
4 Pelayanan Kesehatan balita 100% 742 953 77,86  
5 Pelayanan Kesehatan pada usia pendidikan dasar 100% 2025 2073 97,68  
6 Pelayanan Kesehatan pada usia produktif 100% 3459 9630 35,92  
7 Pelayanan Kesehatan pada usia lanjut 100% 4849 5274 91,94  
8 Pelayanan Kesehatan penderita hepertensi 100% 1229 3490 35,21  
9 Pelayanan Kesehatan penderita Diabetes Melitus ( DM ) 100% 678 1205 56,27  
10 Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat ( ODGJ Berat ) 100% 20 20 100,00  
11 Pelayanan Kesehatan orang dengan terduga TB 100% 63 161 39,13  
12 Pelayanan Kesehatan orang dengan Resiko terinfeksi HIV 100% 203 229 88,65