Category Archive Profil

APEL KERJA HARI SENIN

Sebagaimana biasa dalam menjalankan ketentuan peraturan Internal Puskesmmas Gemaharjo mengadakan kegiatan Apel Pagi pada Hari Senin. Hal itu bertujuan Selain memupuk rasa cinta Tanah air dan Bangsa juga sebagai wahana tempat menyampaikan Pesan, Masalah dan kendala-kendala dalam menjalankan program yang ada selama kegiatan Dalam satu minggu.

Seperti sat ini, Senin 12 Oktober Kegiatan Apel Di Pimpin Oleh Ibu Nurweni Setyo Pratiwi, SKM ( Ka. TU Puskesmas Gemaharjo ) sebagai Inspektur Apel. Dalam hal ini Bu Nurweni menyampaikan Beberapa Hal di Antaranya adalah koreksi Persiapan Acara Monetoring dan Evaluasi Pelayanan Publik dari Dinkes Pacitan Pada Hari Rabo depan.

Selain hal tersebut juga menyampaikan peraturan-peraturan Intern Puskesmas Gemaharjo diantaranya perubahan akibat adanya Covid 19, yang menyangkut Seragam Kerja, tata kerja dan sebagainya.

Dibagian akhir sambutannya Ibu Pratiwi menyampaikan, sehubungan adanya wabah covid 19, agar semua Karyawan Puskesmas Gemaharjo tetap berhati-hati, patuhi protokol kesehatan, dan tetap semangat memberikan penyuluhan pada masyarakat agar hati-hati dan patuh protokol kesehatan, walaupun sebagian besar masyarakat sudah tidak peduli lagi.

REFRESHING KADER P4K DALAM PENURUNAN AKI DAN AKB PUSKESMAS GEMAHARJO

Guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman para kader tentang kesehatan ibu dan anak, Puskesmas Gemaharjo menggelar kegiatan refreshing kader P4K Senin (09/03/2020). Kegiatan ini diikuti oleh kader P4K dan TP PKK di 4 desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Gemaharjo dan dilanjutkan penyuluhan kesehatan. Dalam sambutannya beliau sangat mendukung adanya kegiatan pertemuan kader secara rutin karena kegiatan tersebut bertujuan untuk penyegaran pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kader.

Refreshing kader ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan tentang P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dan Soskespro (Sosialisasi Kesehatan Reproduksi). Penyuluhan disampaikan oleh ibu Siti Kholifah dan Ibu Ririn Widiawati. Penyuluhan yang disampikan oleh ibu Siti Kholifah meliputi siapa saja sasaran P4K, Tujuan P4K, Peran kader/bidan/masyarakat dalam penurunan P4K, gambaran situasi kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo serta Pentingnya Stiker P4K.

Sedangkan penyuluhan yang disampikan oleh ibu Ririn mengenai kebijakan program kespro-KB (ruang lingkup intervensi kesehatan usia reproduksi, kesehatan masa sebelum hamil, prencanaan kehamilan/KB, serta perlindungan kesehatan reproduksi)

Harapannya dari kegiatan ini yaitu kader mampu serta percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta kader kesehatan mampu menggerakkan masyarakat dalam upaya kesehatan promotif dan preventif.

PENYULUHAN TENTANG KELUARGA SEHAT DI PERTEMUAN MUSDUS

Pemerintah Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo menggelar musyawarah dusun penyusunan rencana kerja pemerintah desa. Musyawarah dusun diadakan di setiap balai dusun yang ada di Desa Gemaharjo (01-08/02/2020). Ada 7 Dusun yang menggelar musyawarah dusun yaitu Dusun Kaligondang, Gayam, Dondong, Bulusari, Clumpring, Dagen, dan Gemah.

Musyawarah dusun bertujuan untuk mempersiapkan program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020-2026 di Desa Gemaharjo.

Bersamaan dengan Musyawarah dusun tersebut, Puskesmas Gemaharjo bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk ikut serta dalam musyawarah dusun. Tujuan Puskesmas Gemaharjo ikut serta dalam kegiatan tersebut yaitu untuk menyampaikan hasil survei keluarga sehat serta penyuluhan tentang keluarga sehat di musyawarah dusun.  

Kegiatan diawali dengan penyampaian usulan program pembangunan oleh kepala dusun dan dilanjutkan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh Ibu Aminatu Rofi’ah,SKM. Informasi yang disampaikan yaitu mengenai hasil survei keluarga sehat yang sebelum telah dilaksanakan oleh Puskesmas Gemaharjo pada tahun 2017 s/d tahun 2018 serta penyampaian indikator keluarga sehat.

Ada beberapa indikator keluarga sehat yang belum mencapai kriteria sehat/pra sehat salah satunya yaitu indikator tidak merokok. Beberapa warga yang hadir dalam musdus tersebut mendapatkan stiker yang bertuliskan “dilarang merokok diruangan ini”. Bagi warga yang tidak merokok/yang berani untuk menempel stiker tersebut, akan diberikan 1 stiker untuk ditempelkan dirumah atau di balai dusun. Dan ternyata tidak semua warga/peserta yang hadir di musdus berani untuk menempel stiker tersebut. Dengan alasan, masih ada beberapa tamu yang berkunjung kerumah dan menghisap rokok serta takut jika ada stiker tersebut tidak ada tamu/teman yang akan berkunjung kerumah.

“Jika belum bisa berhenti/mengurangi rokok tidak apa-apa karena semua itu butuh proses,  namun jika ingin merokok diusahakan jangan didalam rumah karena yang menghisap asap rokok bukan hanya perokok saja namun keluarga yang lain semisal bayi/ibu hamil juga mengisap asap rokok dan pasti ada dampak kesehatan yang akan dirasakan oleh perokok/yang menghirup asap rokok tersebut” ujar Ibu Aminatu Rofi’ah.

Untuk menambah pemahaman/pengetahuan warga tentang bahaya merokok, Ibu Aminatu Rofi’ah,SKM pun menjelaskan bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan melalui “emo demo bahaya rokok”. Beberapa warga pun terlihat antusias saat penyampaian emo demo serta ada beberapa warga yang menanyakan tips jitu untuk berhenti merokok.

AYO KITA DUKUNG GERMAS

BUDAYAKAN GERMAS DALAM KEHIDUPAN KITA

POS UKK (UPAYA KESEHATAN KERJA) PUSKESMAS GEMAHARJO

Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal adalah Pos Usaha Kesehatan Kerja (UKK), yang merupakan tindakan preventif melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Pekerja informal harus mendapatkan pembinaan dalam hal kesehatan kerja sehingga mereka dapat bekerja dengan aman, sehat dan produktif.

Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja  informal, terutama dalam upaya promotif dan preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Mengapa diperlukan Pos UKK ?

  • Makin meningkatnya jumlah pekerja dan sebagain besar belum mendapatkan pelayanan kesehatan kerja yang memadai. Serta masih banyak tempat kerja yang belum melaksanakan kesehatan kerja
  • Beberapa peneliti menunjukan bahwa masyarakat perkerja banyak mengalami enyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja yang dapat menurunkan produktivitas kerja
  • Pos UKK diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pengobatan sederhana bagi masyarakat pekerja yang berisiko terpajan oleh pekerjaan dan lingkungan kerjanya sehingga mereka mampu menolong dirinya sendiri

Memandang hal tersebut maka keberadaan Pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja) sangat penting sebagai wadah pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kesehatan kerja oleh Puskesmas.

di Wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo, pada tahun 2020 terdapat 3 Pos UKK yaitu Pos UKK Sapi Perah Dusun Nanggungan, Pos UKK Jamu Tradisional Dusun Nanggungan dan Pos UKK Sapi Perah Dusun Gemaharjo.

Jadwal pelaksanaan Pos UKK telah ditentukan dan disepakati oleh setiap anggota kelompok. Rata-rata jumlah anggota Pos UKK yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo yaitu 20-30 pekerja. Kegiatan rutin Pos UKK dilaksanakan 1 bulan sekali bertempat dibalai dusun/dirumah salah satu anggota kelompok.

Kegiatan Pos UKK dilaksanakan oleh kader Pos UKK dibantu petugas Puskesmas secara berkala. Kegiatan yang dilakukan yaitu PROMOTIF   :PHBS, Penyuluhan, Konsultasi Kesehatan Kerja Sederhana, Sarasehan dan Pencatatan/Pelaporan, PREVENTIF :  Mendata jenis pekerjaan, pengenalan risiko bahaya, mendorong upaya perbaikan lingkungan, membantu pelaksanaan pemeriksaan dan contoh APD), KURATIF     :  P3K, P3P, Pencatatan dan Pelaporan

Tujuan dibentuknya Pos UKK adalah untuk :

  • Meningkatkan pengetahuan pekerja tentang kesehatan kerja
  • Meningkatkan kemauan dan kemampuan pekerja menolong diri sendiri
  • Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kerja pada pekerja
  • Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pekerja terhadap risiko dan bahaya akibat kerja
  • Meningkatkan peran aktif masyarakat, kelompok masyarakat dalam bidang kesehatan kerja

Sumber Informasi :

  1. Depkes,RI. 2006.Pos Upaya Kesehatan Kerja. Jakarta : Depkes RI

USAHA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT

adalah drg. YANTI ARDIANINGRUM, semenjak 10 tahun silam merupakan salah satu Dokter Gigi yang bertugas di Puskesmas Gemaharjo, Beliau berdomisili di Kab. Ponorogo, dengan berkendara sepeda motor Dinas , beliau setiap hari sudah stanbay di Puskesmas Gemaharjo.

Disela waktunya melayani pasien di Puskesmas beliau menyempatkan waktu untuk mengunjungi setiap Sekolah di Wilayah Kerja yakni 4 Desa dar 11 desa di Kecamatan Tegalombo, baik mulai dari Taman Kanak-kanak sampai ke sekolah lanjutan

Tidak hanya itu beliau juga sering bberkunjung di setiap Posyandu dari dusun ke dusun di setiap Desa.

Hal itu semua adalah merupakan tekad dari dr Yanti selaku Aparatur Negara, sangat berharap agar masyarakat bisa sehat , utamanya dalam perawatan Gigi.