Category Archive Puskesmas

Pembangunan Zona Integritas di Puskesmas Gemaharjo untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

Di Perlukan Penataan terhadap Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik, efektif dan efisien. Sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan Profesional.

Berikut adalah Video Pembangunan Zona Integritas di Puskesmas Gemaharjo untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

Visi Misi Puskesmas Gemaharjo

Visi : “Masyarakat Pacitan Sejahtera dan Bahagia”

Misi : “Mewujudkan pembangunan dan Peningkatan daya saing SDM yang kukuh berpijak pada nilai nilai agama dan budaya bangsa”

Puskesmas Gemaharjo Kabupaten Pacitan tidak memungut biaya di luar Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan atas pelayanan yang diberikan dan dalam rangka integritas agar tidak memberikan sesuatu dalam bentuk apapun.

PEMBAHASAN PENENTUAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK PUSKESMAS GEMAHARJO

Puskesmas Gemaharjo merupakan Puskesmas ke dua di wilayah Kecamatan Tegalombo, dimana dalam pelaksanaannya menerapkan system manajemen yang Efektif dan Efisien untuk menghasilkan produk layanan yang memiliki daya ungkit tinggi bagi masyarakat.

Sampai saat ini Puskesmas Gemaharjo terus berbenah baik dari segi sarana, prasarana dan peningkatan sumberdaya Manusia (SDM). Guna meningkatkan poduk layanan yang diberikan kepada masyarakat, perlu adanya pembentukan Standart Pelayanan Publik sesuai dengan dasar hukum :

Undang Undang Repubik Indonesia Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Pelayanan Publik, Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4899)

Oleh sebab itu, salah satu upaya Puskesmas Gemaharjo untuk meningkatan pelayanan kepada masyarakat agar lebih optimal yaitu dengan adanya Penentaun Standarat Pelayanan Publik.

Penyampaian Standart Pelayanan Publik oleh Kepala Puskesmas Gemaharjo dr.JAKA SETIYONO

Standar Pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji Penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.

Pembahasan Penentuan Standart Pelayanan Publik diadakakan pada tanggal 19 November 2021 bertempat di Aula Puskesmas Gemaharjo. Kegiatan diikuti oleh seluruh tim Mutu Pelayanan Puskesmas Gemaharjo serta Lintas Sektor. Standar Pelayanan Publik Puskesmas Gemaharjo disampaikan oleh Kepala Puskesmas dr. Jaka Setiyono.

Dengan adanya Standar Pelayanan yang telah disusun, diharapkan seluruh urusan ketatalaksanaan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan lebih baik.

KEGIATAN PROLANIS DI PUSKESMAS GEMAHARJO TAHUN 2021

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis) serta beberapa macam penyakit tidak menular tersebut memiliki angka kematian yang cukup tinggi.

Oleh sebab itu salah satu upaya Puskesmas Gemaharjo untuk meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis agar lebih optimal yaitu dengan mengadakan kegiatan Prolanis.

PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Puskesmas Gemaharjo mengadakan kegiatan Prolanis 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada Bulan Mei dan November 2021. Karena masih adanya pembatasan kegiatan, Pemeriksaan kesehatan untuk prolanis hanya diikuti oleh 30 peserta dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 yaitu peserta wajib menggunakan masker, menjaga jarak, serta adanya pembagian waktu hadir pemeriksaan peserta prolanis.

Kegiatan Prolanis di Puskesmas Gemaharjo meliputi :

Cek tekanan darah, Ukur tinggi badan, Pemeriksaan atau Konsultasi dengan doker, Penyuluhan Kesehatan, serta Cek Laboratorium. Puskesmas Gemaharjo bekerja sama dengan Laboratorium Prodia Pacitan utuk melakukan pemeriksaan laboratorium peserta prolanis.

Melalui kegiatan ini diharapkan petugas kesehatan dapat memantau status kesehatan peserta prolanis dan bila ditemukan masalah kesehatan dapat segera diatasi.

Mas Dul Pejah (Masyarakat Peduli Pemulasaran Jenazah)

Sosialisasi Pemulasaran Jenazah Desa Gemaharjo

Latar belakang:

Pandemi Covid 19 tahun 2020-2021 mengakibatkan banyak gejolak di segala lapisan masyarakat sampai tingkat desa. Desa Gemaharjo adalah salah satu desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo menemui banyak kendala dalam penanganan Covid 19 terutama dalam kegiatan pemulasaraan jenazah. Beberapa hal yang menyebabkan kendala di antaranya adalah angka kematian kasus konfirmasi maupun probable terutama yang terjadi di rumah maupun di Puskesmas terus bertambah, biaya pemulasaraan jenazah yang mahal, isu yang beredar di masyarakat mengenai berita bohong (Hoax) seputar pemulasaraan jenazah oleh rumah sakit dan peti jenazah yang berat tidak sesuai dengan kondisi geografis wilayah pegunungan sangat mempengaruhi gejolak di masyarakat.

Penanggungjawab Tes Lacak dan Isolasi (PJTLI) Puskesmas Gemaharjo mempunyai inovasi Masyarakat Peduli Pemulasaraan Jenazah (MASDUL PEJAH) dalam mengatasi masalah pemulasaraan jenazah di Desa Gemaharjo. Kegiatan dari MASDUL PEJAH antara lain:

Sosialisasi Covid 19

Sosialisasi Covid 19 dengan lintas sektor (Pemerintah Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat) dilaksanakan pada bulan April 2020, dengan materi pengertian, penyebab, cara penularan, tanda dan gejala dan masalah lain mungkin timbul seperti kematian (terutama dirumah atau Puskesmas).

Sosialisasi pemulasaraan jenazah

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan  di Balai Desa Gemaharjo pada bulan April 2021 dengan narasumber Tim PPI dan PJTLI Puskesmas Gemaharjo. Peserta sosialisasi meliputi Pemerintah Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dari kegiatan ini menghasilkan kesepakatan antara lain:

  1. Pembuatan peti jenazah dengan bahan lokal
    • Peran serta pihak swasta dalam membantu penyediaan APD
    • Masyarakat membantu Kelengkapan pemulasaraan jenazah
    • Tenaga penggali makam dilakukan oleh relawan pemuda dari karang taruna Desa Gemaharjo
    • Biaya berasal dari swadaya masyarakat dan Dana Desa
    • Sosialisasi dan diskusi mengenai masalah yang terjadi saat pelaksanaan pemulasaraan jenazah

Tujuan MASDUL PEJAH

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  2. Meningkatkan kerjasama tim pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  3. Memelihara jiwa gotong royong masyarakat di Desa Gemaharjo.
  4. Memutus salah satu rantai penyebaran Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  5. Membuat kesepakatan tentang pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 disesuaikan dengan PPI, sumber daya dan adat yang berlaku di Desa Gemaharjo.
  • Aspek pemberdayaan masyarakat

Desa dan masyarakat Gemaharjo berperan aktif dalam kegiatan pemulasaraan jenazah yang meliputi:

  1. Pembuatan peti jenazah dengan bahan lokal

Bahan pembuatan peti jenazah biasanya menggunakan triplek yang didapatkan dari toko bangunan setempat, selain triplek bahan lain yang digunakan adalah papan dari kayu sengon yang didapat dari swadaya masyarakat.

2. Peran serta pihak swasta dalam membantu penyediaan APD

Pihak swasta yang berperan dalam kegiatan diantaranya apotek setempat yang membantu dalam penyediaan APD pemakaman.

3. Masyarakat membantu Kelengkapan pemulasaraan jenazah

Swadaya masyarakat dalam kegiatan ini berupa penyediaan kain kafan, kapas, minyak wangi, dll.Tenaga penggali makam dilakukan oleh relawan pemuda dari karang taruna Desa Gemaharjo

4. Biaya berasal dari swadaya masyarakat dan Dana Desa

5. Biaya yang berasal dari swadaya masyarakat berupa sumbangan yang dikumpulkan lewat Ketua RT setempat. Untuk biaya yang berasal dari Dana Desa berupa pangadaan desinfektan, perlengkapan pemakaman dan APD.

6. Sosialisasi dan diskusi mengenai masalah yang terjadi saat pelaksanaan pemulasaraan jenazah

Pada beberapa kasus probable memerlukan edukasi yang lebih intensif karena terkadang keluarga jenazah menolak untuk dilakukan pemakaman secara prokes.

  • Koordinasi dan Kolaborasi lintas sektor/tim/profesi

Koordinasi dan Kolaborasi meliputi:

  1. Sosialisasi pemulasaraan jenazah (narasumber Tim PPI Puskesmas dengan peserta satgas desa dan Tim Pemulasaraan Jenazah)
  2. Lintas sektor (Babinsa, Babinkamtibmas dan satgas desa), Tim pelaksanaan pemulasaraan jenazah (satgas desa dan tokoh agama) dan profesi (dokter dan perawat sebagai bagian dari tim kesehatan)
  • Gambaran Pencatatan, Pelaporan & Tindak Lanjut

Pencatatan dan pelaporan melalui data base puskesmas dan simpus covid.

Tindak lanjut melalui kesepakatan lintas sektor, tim dan profesi di Desa Gemaharjo disesuaikan dengan permasalahan dan sumber daya yang ada.

  • Implementasi inovasi dalam kehidupan sehari-hari/masyarakat di lingkungan rumah

PJTLI memberikan informasi status kematian meliputi pasien konfirmasi, probable maupun yang mempunyai faktor resiko. Tim Satgas Covid 19 Desa Gemaharjo, siap 24 jam membantu dalam proses pemulasaraan jenazah apabila ada kematian. Desa Gemaharjo menyediakan dua tokoh masyarakat satu laki-laki untuk jenazah laki-laki dan satu perempuan untuk jenazah perempuan untuk membantu dan memandu masyarakat dalam proses pemulasaraan jenazah. Tugas Tim Satgas Covid 19, antara lain memberi informasi kelada keluarga jenazah untuk melarang adanya kegiatan takziyah, tahlilan dan kegiatan berkerumun lainnya, menyediakan APD dalam proses pemulasaraan jenazah, membuat peti jenazah dengan bahan lokal yang mudah didapat, menggali makam, memakamkan jenazah dan melakukan penyemprotan desinfektan.

DEKLARASI ZONA INTEGRITAS PUSKESMAS GEMAHARJO

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Deklarasi Zona Integritas Puskesmas Gemaharjo telah dilaksanakan pada 09/03/2021 di Aula Puskesmas Gemaharjo dan diikuti oleh pimpinan dan seluruh karyawan Puskesmas Gemaharjo . Pimpinan dan seluruh karyawan Puskesmas Gemaharjo pun mengucapkan komitmen deklarasi serta penandatanganan komitmen Zona Intergritas.

Puskesmas Gemaharjo akan melakukan, efektifitas dan efisiensi, secara cepat, tepat, dan professional dalam melayani masyarakat demi tercapainya good governance dan clean government menuju aparatur Puskesmas Gemaharjo yang bersih dan bebas dari KKN, meningkatnya pelayanan prima serta meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja.

Video deklarasi bisa di cek di ig Puskesmas Gemaharjo

IG: puskesmas.gemaharjo