Buntik Tangguh Covid, Bersama Lawan Covid

Buntik Tangguh Covid, Bersama Lawan Covid

  1. Aspek Masalah dari Penanganan Penyebaran Covid 19

Teknologi informasi dan Komunikasi setiap saat, setiap waktu bersamaan dengan ilmu pengetahuan selalu ada perkembangan yang baru. Kita tidak pernah tahu bahwa saat ini, kita telah memasuki era dimana teknologi informasi dan komunikasi telah banyak merubah perilaku di masyarakat tidak hanya di level individu, komunitas, kelompok, maupun organisasi. Tetapi sudah menjadi media komunikasi untuk penyampaian kesepakatan bersama dalam memecahkan permasalahan.

Merebaknya kasus pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia sejak Bulan Maret 2020 sampai saat ini mengharuskan semua proses penyuluhan kesehatan secara tatap muka bagi masyarakat untuk sementara waktu ditiadakan. Hal itu perlu dilakukan guna meminimalisir kontak fisik secara massal sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Pada masa awal covid, Puskesmas Gemaharjo mendapat stigma dari masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya petugas kesehatan dari paramedis yang menjadi pasien confirm covid-19. Stigma negatif muncul karena Covid 19 merupakan penyakit baru dan banyak warga yang belum tahu bagaimana penularan penyakit tersebut, sehingga kekhawatiran muncul di kalangan masyarakat. Belum lagi ditambah dengan banyaknya berita hoaks yang beredar di masyarakat melalui Whatsapp semakin membuat resah dan panik warga.

Hal ini mendorong Petugas Promosi  Kesehatan Puskesmas Gemaharjo mengambil langkah untuk melakukan komunikasi dan edukasi jarak jauh dengan menggunakan media sosial Whatsapp Grup yang dinamai Buntik Tangguh Covid sebagai pengganti kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang biasa dilakukan sebelum pandemi.

B. Bentuk Inovasi dan Bagaimana Cara Kerja Inovasi

Inovasi ini bernama Buntik Tangguh Covid atau Bunda Cantik Tangguh Covid sebuah sarana komunikasi dan edukasi dengan memanfaatkan media sosial Whatsapp (WAG). Program ini menyasar ibu-ibu yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo khususnya Desa Gemaharjo. Ada 68 peserta yang bergabung di group WA Buntik Tangguh Covid terdiri dari Tim Penggerak PKK Desa, Kader Kesehatan, dan Tokoh Masyarakat. Setiap harinya ada informasi kesehatan dan non kesehatan yang akan dishare oleh petugas promosi kesehatan selaku admin grup. Peserta group pun boleh bertanya ataupun berkonsultasi.

Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Penyebaran Informasi Edukasi Protokol Covid dan Adapatasi Kebiasaan Baru, Senam Virtual Challenge, Kampanye Tolak Bujukan Rokok, dan Kampanye Wajib Pakai Masker dll.

Kegiatan pertama yaitu penyebaran Informasi Edukasi Protokol Covid dan Adaptasi Kebiasaan Baru. Informasi kesehatan yang dishare melalui group WA berupa video, poster, dan flyer. Diharapkan dengan adanya pemberian informasi kesehatan tersebut peserta WA Grup Buntik Tangguh Covid bisa menjadi role model atau contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk menerapkan PHBS, CTPS, etika batuk dan bersin, selalu jaga jarak, menggunakan masker, tetap dirumah, keluar jika perlu saja dan perilaku sehat lainnya untuk mencegah penularan Covid-19. Juga sebagai penyambung informasi, untuk dapat berbagi informasi kepada lingkungan sekitar dan dapat menangkal berita tidak benar (hoaks) yang beredar.

Kegiatan kedua yaitu senam virtual challenge, yang telah dilaksanakan tanggal 29 Mei s/d 20 Juni 2020. Tujuan dari diadakan senam virtual challenge ini agar semua masyarakat bisa tetap sehat, bugar dan produktif selama masa pandemi covid dan tentunya tetap sehat walaupun hanya di rumah saja. Senam virtual challenge diikuti oleh perwakilan RT atau Dusun yang ada di Desa Gemaharjo. Video senam diupload di akun instagram atau facebook, kemudian dipilih juara 1, 2 3 berdasarkan pengambilan video terbaik dan kekompakan peserta.

Kegiatan yang terakhir yaitu Kampanye Gerakan Pakai Masker Saat Keluar Rumah. Setiap peserta diwajibkan untuk foto menggunakan masker di template yang telah disediakan dan foto tersebut di upload di akun media sosial yang dimiliki peserta (status whatsapp, instagram, facebook). Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengajak semua masyarakat untuk sadar dan paham bahwasannya menggunakan masker itu penting dan tentunya menjaga kita semua dari penyebaran virus corona.

Sebagai evaluasi kegiatan Buntik Tangguh Covid, kami dari Puskesmas menyediakan google form untuk peserta group WA Buntik Tangguh Covid. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan kajian kesiapan masyarakat dalam menghadapi Era Adaptasi Kebiasaan Baru dalam masa pandemi covid-19, termasuk juga lingkungan kerjanya. Serta melihat kebermanfaatan Group WA Buntik Tangguh Covid.

C. Dampak/Hasil/Manfaat yang Dirasakan dengan Kehadiran Inovasi

Manfaat dari adanya Group WA Buntik Tangguh Covid dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah diisi oleh peserta group melalui google form. Pertanyaan di google form meliputi peningkatan pengetahuan, kesan untuk group Buntik Tangguh Covid, serta kritik saran sebagai perbaikan kedepannya.

100% peserta menyatakan bahwa Buntik Tangguh Covid bermanfaat untuk peserta. Peserta pun menyatakan bahwa dengan adanya Buntik Tangguh Covid dapat menambah informasi kesehatan terutama tentang pencegahan covid-19. Masyarakat juga merasa nyaman dan tidak cemas meski beraktivitas di rumah saja.

Beberapa respon, kritik dan saran yang telah disampaikan oleh peserta melalui google form bahwasannya kegiatan ini sudah baik, agar dapat selalu up date berita cara menjaga kesehatan, serta terus digiatkan untuk kegiatan olahraga guna menjaga kesehatan tubuh.

Dari hasil google form tersebut, dapat kami simpulkan bahwa dengan bergabung di group WA Buntik Tangguh Covid peserta mendapatkan manfaat yaitu berupa pengetahuan baru, tidak merasa jenuh saat dirumah karena di group WA selalu ada kegiatan menarik semisal senam virtual challenge ataupun kampanye kesehatan yang diupload secara serentak oleh semua peserta grup di akun media sosial mereka masing-masing.

D. Potensi atau peluang replikasi dalam waktu cepat di tempat lain

Sosialisasi dan edukasi melalui WAG Buntik Tangguh Covid perlu dilakukan oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas Gemaharjo di tengah fenomena pandemi covid 19 dengan memastikan kegiatan edukasi dapat berjalan efektif meskipun dilakukan di rumah. WAG Buntik Tangguh Covid bisa dengan mudah di replikasi dalam waktu cepat dengan melihat peluang dimana sebagian besar masyarakat sudah memiliki perangkat teknologi informasi dan komunikasi berupa Hp Android dan paket data internet yang dapat diisi dengan mudah kapan saja dan dimana saja. Sebagian besar masyarakat juga sudah memiliki akun media sosial antara lain facebook, instagram dan whatsapp. Whatsapp dipilih oleh sebagian besar masyarakat sebagai media komunikasi dalam penyampaian pesan mereka.

Informasi kesehatan yang disampaikan dalam pesan melalui whatsapp lebih efektif dan informasi lebih cepat diterima oleh sasaran (masyarakat). Dan sebuah kepuasan tersendiri bagi masyarakat menggunakan whatsapp karena memakai teknologi informasi. Masyarakat bisa mengunggah media poster, flyer ataupun video kesehatan yang dishare oleh admin grup pada status mereka dan mengshare nya di WA Grup lain. Sehingga informasi kesehatan bisa disebarluaskan secara luas ke masyarakat secara cepat.

Keberadaan Tim Penggerak PKK, kader kesehatan dan Tokoh Masyarakat sangat membantu dalam meneruskan informasi di masyarakat hingga ke akar rumput.

About the author

adminpuskesmas administrator

1 Comment so far

RofiahPosted on4:00 pm - Jun 30, 2020

Terima kasih adik

Leave a Reply