Monthly Archive September 2021

Mas Dul Pejah (Masyarakat Peduli Pemulasaran Jenazah)

Sosialisasi Pemulasaran Jenazah Desa Gemaharjo

Latar belakang:

Pandemi Covid 19 tahun 2020-2021 mengakibatkan banyak gejolak di segala lapisan masyarakat sampai tingkat desa. Desa Gemaharjo adalah salah satu desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo menemui banyak kendala dalam penanganan Covid 19 terutama dalam kegiatan pemulasaraan jenazah. Beberapa hal yang menyebabkan kendala di antaranya adalah angka kematian kasus konfirmasi maupun probable terutama yang terjadi di rumah maupun di Puskesmas terus bertambah, biaya pemulasaraan jenazah yang mahal, isu yang beredar di masyarakat mengenai berita bohong (Hoax) seputar pemulasaraan jenazah oleh rumah sakit dan peti jenazah yang berat tidak sesuai dengan kondisi geografis wilayah pegunungan sangat mempengaruhi gejolak di masyarakat.

Penanggungjawab Tes Lacak dan Isolasi (PJTLI) Puskesmas Gemaharjo mempunyai inovasi Masyarakat Peduli Pemulasaraan Jenazah (MASDUL PEJAH) dalam mengatasi masalah pemulasaraan jenazah di Desa Gemaharjo. Kegiatan dari MASDUL PEJAH antara lain:

Sosialisasi Covid 19

Sosialisasi Covid 19 dengan lintas sektor (Pemerintah Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat) dilaksanakan pada bulan April 2020, dengan materi pengertian, penyebab, cara penularan, tanda dan gejala dan masalah lain mungkin timbul seperti kematian (terutama dirumah atau Puskesmas).

Sosialisasi pemulasaraan jenazah

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan  di Balai Desa Gemaharjo pada bulan April 2021 dengan narasumber Tim PPI dan PJTLI Puskesmas Gemaharjo. Peserta sosialisasi meliputi Pemerintah Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dari kegiatan ini menghasilkan kesepakatan antara lain:

  1. Pembuatan peti jenazah dengan bahan lokal
    • Peran serta pihak swasta dalam membantu penyediaan APD
    • Masyarakat membantu Kelengkapan pemulasaraan jenazah
    • Tenaga penggali makam dilakukan oleh relawan pemuda dari karang taruna Desa Gemaharjo
    • Biaya berasal dari swadaya masyarakat dan Dana Desa
    • Sosialisasi dan diskusi mengenai masalah yang terjadi saat pelaksanaan pemulasaraan jenazah

Tujuan MASDUL PEJAH

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  2. Meningkatkan kerjasama tim pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  3. Memelihara jiwa gotong royong masyarakat di Desa Gemaharjo.
  4. Memutus salah satu rantai penyebaran Covid 19 di Desa Gemaharjo.
  5. Membuat kesepakatan tentang pemulasaraan jenazah pasien terkonfirmasi Covid 19 disesuaikan dengan PPI, sumber daya dan adat yang berlaku di Desa Gemaharjo.
  • Aspek pemberdayaan masyarakat

Desa dan masyarakat Gemaharjo berperan aktif dalam kegiatan pemulasaraan jenazah yang meliputi:

  1. Pembuatan peti jenazah dengan bahan lokal

Bahan pembuatan peti jenazah biasanya menggunakan triplek yang didapatkan dari toko bangunan setempat, selain triplek bahan lain yang digunakan adalah papan dari kayu sengon yang didapat dari swadaya masyarakat.

2. Peran serta pihak swasta dalam membantu penyediaan APD

Pihak swasta yang berperan dalam kegiatan diantaranya apotek setempat yang membantu dalam penyediaan APD pemakaman.

3. Masyarakat membantu Kelengkapan pemulasaraan jenazah

Swadaya masyarakat dalam kegiatan ini berupa penyediaan kain kafan, kapas, minyak wangi, dll.Tenaga penggali makam dilakukan oleh relawan pemuda dari karang taruna Desa Gemaharjo

4. Biaya berasal dari swadaya masyarakat dan Dana Desa

5. Biaya yang berasal dari swadaya masyarakat berupa sumbangan yang dikumpulkan lewat Ketua RT setempat. Untuk biaya yang berasal dari Dana Desa berupa pangadaan desinfektan, perlengkapan pemakaman dan APD.

6. Sosialisasi dan diskusi mengenai masalah yang terjadi saat pelaksanaan pemulasaraan jenazah

Pada beberapa kasus probable memerlukan edukasi yang lebih intensif karena terkadang keluarga jenazah menolak untuk dilakukan pemakaman secara prokes.

  • Koordinasi dan Kolaborasi lintas sektor/tim/profesi

Koordinasi dan Kolaborasi meliputi:

  1. Sosialisasi pemulasaraan jenazah (narasumber Tim PPI Puskesmas dengan peserta satgas desa dan Tim Pemulasaraan Jenazah)
  2. Lintas sektor (Babinsa, Babinkamtibmas dan satgas desa), Tim pelaksanaan pemulasaraan jenazah (satgas desa dan tokoh agama) dan profesi (dokter dan perawat sebagai bagian dari tim kesehatan)
  • Gambaran Pencatatan, Pelaporan & Tindak Lanjut

Pencatatan dan pelaporan melalui data base puskesmas dan simpus covid.

Tindak lanjut melalui kesepakatan lintas sektor, tim dan profesi di Desa Gemaharjo disesuaikan dengan permasalahan dan sumber daya yang ada.

  • Implementasi inovasi dalam kehidupan sehari-hari/masyarakat di lingkungan rumah

PJTLI memberikan informasi status kematian meliputi pasien konfirmasi, probable maupun yang mempunyai faktor resiko. Tim Satgas Covid 19 Desa Gemaharjo, siap 24 jam membantu dalam proses pemulasaraan jenazah apabila ada kematian. Desa Gemaharjo menyediakan dua tokoh masyarakat satu laki-laki untuk jenazah laki-laki dan satu perempuan untuk jenazah perempuan untuk membantu dan memandu masyarakat dalam proses pemulasaraan jenazah. Tugas Tim Satgas Covid 19, antara lain memberi informasi kelada keluarga jenazah untuk melarang adanya kegiatan takziyah, tahlilan dan kegiatan berkerumun lainnya, menyediakan APD dalam proses pemulasaraan jenazah, membuat peti jenazah dengan bahan lokal yang mudah didapat, menggali makam, memakamkan jenazah dan melakukan penyemprotan desinfektan.