Monthly Archive Oktober 2020

APEL KERJA HARI SENIN

Sebagaimana biasa dalam menjalankan ketentuan peraturan Internal Puskesmmas Gemaharjo mengadakan kegiatan Apel Pagi pada Hari Senin. Hal itu bertujuan Selain memupuk rasa cinta Tanah air dan Bangsa juga sebagai wahana tempat menyampaikan Pesan, Masalah dan kendala-kendala dalam menjalankan program yang ada selama kegiatan Dalam satu minggu.

Seperti sat ini, Senin 12 Oktober Kegiatan Apel Di Pimpin Oleh Ibu Nurweni Setyo Pratiwi, SKM ( Ka. TU Puskesmas Gemaharjo ) sebagai Inspektur Apel. Dalam hal ini Bu Nurweni menyampaikan Beberapa Hal di Antaranya adalah koreksi Persiapan Acara Monetoring dan Evaluasi Pelayanan Publik dari Dinkes Pacitan Pada Hari Rabo depan.

Selain hal tersebut juga menyampaikan peraturan-peraturan Intern Puskesmas Gemaharjo diantaranya perubahan akibat adanya Covid 19, yang menyangkut Seragam Kerja, tata kerja dan sebagainya.

Dibagian akhir sambutannya Ibu Pratiwi menyampaikan, sehubungan adanya wabah covid 19, agar semua Karyawan Puskesmas Gemaharjo tetap berhati-hati, patuhi protokol kesehatan, dan tetap semangat memberikan penyuluhan pada masyarakat agar hati-hati dan patuh protokol kesehatan, walaupun sebagian besar masyarakat sudah tidak peduli lagi.

PERTEMUAN REFRESHING KADER STBM (SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT) PUSKESMAS GEMAHARJO 2020

Puskesmas Gemaharjo dalam hal ini program kesehatan lingkungan menggelar pertemuan refreshing kader STBM tingkat desa. Pertemuan diikuti oleh seluruh kader STBM yang ada di seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo. Pertemuan diselenggarakan di balai desa di 4 desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo yaitu tanggal 14 september  2020 di Desa Ploso bertempat di Balai Desa Ploso dan pertemuan di buka oleh Kepala Desa Ploso. Tanggal 15 september 2020 di Balai Desa Gemaharjo dengan pembukaan dari Kepala Desa Gemaharjo. Tanggal 16 september 2020 di Balai Desa Tahunan Baru dibuka oleh Sekretaris Desa, dan terakhir tanggal 17 september di Balai Desa Tahunan dibuka oleh Sekretaris Desa Tahunan.

Pertemuan refreshing kader STBM dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dimana sebelum masuk ruangan peserta pertemuan wajib diperiksa suhu badan mencuci tangan pakai sabun,menjaga jarak dan pakai masker. Serta adanya pembatasan peserta pertemuan maksimal 25 orang dengan petugas dan jarak kursi peserta pertemuan minimal 1 meter.

Materi pertemuan disampaikan oleh ibu Diah Fitrhi Hapsari, Amd.Kl selaku petugas kesehatan lingkungan puskesmas gemaharjo. Ibu Diah menyampaikan kembali materi tentang stbm 5 pilar yaitu:

PILAR 1 STOP BAB SEMBARANGAN

PILAR 2 CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN AIR MENGALIR

PILAR 3 PENGOLAHAN AIR INUM DAN MAKANA RUMAH TANGGA

PILAR 4 PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA

PILAR 5 PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA

Materi disampaikan untuk merefresh kembali pemahaman kader tentang STBM 5 PILAR, karena kader adalah ujung tombak kesehatan dalam hal ini pelaksana verifikasi dan implementasi stbm 5 pilar di desa. Pilar 1 sudah kita deklarasikan pada tahun 2014, pilar 2,3 dan 4 secara umum sudah dilaksanakan hanya pilar ke 5 yang paling banyak belum terlaksana karena terkendala bangunan spal yang belum memenuhi syarat kesehatan.

Tetapi di Desa Tahunan terutama di Dusun Pahit ada inovasi yang muncul terkaiat dengan pilar ke 5 yaitu arisan spal,semoga inovasi ini bisa menular ke dusun lainnya dan bahkan desa lainnya di wilayah kerja puskesmas gemaharjo.

Diharapkan dari pertemuan refreshing kader STBM ini, kader semakin memahami langkah langkah menuju deklarsi desa STBM dengan 5 pilar. Kader semakin bersemangat dalam pemberdayaan dan monitoring pelaksanaan STBM 5 pilar di masing masing desa wilayah kerja puskesmas gemaharjo

REFRESHING KADER POSYANDU SE-WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMAHARJO

Kader posyandu adalah anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu secara sukarela. Kader posyandu juga merupakan penggerak pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Refreshing Kader Posyandu dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader tentang kegiatan promotif preventif di Posyandu Balita. Dimana posyandu merupakan bentuk peran serta masyarakat di bidang kesehatan yang dikelola oleh kader dengan sasaran seluruh anggota masyarakat.

REFRESHING KADER POSYANDU DESA TAHUNAN BARU
REFRESHING KADER POSYANDU DESA PLOSO
REFRESHING KADER POSYANDU DESA GEMAHARJO

Kegiatan ini dilaksanakan di 4 balai desa dengan jadwal :
Senin, 21 September 2020 : Desa Ploso
Rabu, 23 September 2020 : Desa Gemaharjo
Kamis, 24 September 2020 : Desa Tahunan Baru
Senin, 28 September 2020 : Desa Tahunan

Refreshing Kader Posyandu dihadiri seluruh kader di 4 desa se wilayah Puskesmas Gemaharjo.

Dalam kegiatan ini, diisi materi tentang Covid-19 (Apa itu Covid-19, akibat pada tubuh, cara-cara penularan, OTG, cara pencegahan, kalender corona), serta menyampaikan materi Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Covid-19, mengenali masalah komunikasi, menyampaikan pesan yang memotivasi, soft skill dalam menyampaikan pesan.

Dengan adanya kegiatan refreshing kader Posyandu ini diharapkan kader bisa memahami dan mampu menerapkan materi komunikasi perubahan perilaku untuk covid-19 di lingkungan nya masing-masing maupun di hari buka posyandu meja 4.

PERTEMUAN KOORDINASI LINTAS SEKTOR TENTANG PENANGAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMAHARJO

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Dilihat dari situasi penyebaran Covid-19 yang sudah hampir menjangkau seluruh wilayah provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus dan/atau jumlah kematian semakin meningkat dan berdampak pada aspek politik, ekonomi, social, budaya, perathanan dan keamaan serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Begitupun situasi penyebaran covid-19 di wilayah Pacitan juga semakin meningkat. Dengan adanya peningkatan kasus covid-19 perlu adanya penanganan cepat dan kerjasama baik secara lintas program atau lintas sektor. Maka dari itu, Puskesmas Gemaharjo menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor tentang alur penanganan covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo yang telah dilaksanakan pada 22 September 2020 di Puskesmas Gemaharjo. Kegiatan diikuti oleh ketua satgas Covid Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra, Babinsa dan Bhabinkamtibnas.

Pertemuan koordinasi linsek dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dimana sebelum masuk ruangan peserta kegiatan wajib cek suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Serta adanya pembatasan jumlah peserta pertemuan (maksimal 27 orang termasuk petugas kesehatan). Dengan jarak antara kursi peserta 1 meter.

Materi pertemuan disampaikan oleh dr.Jaka Setiyono. dr.Jaka menegaskan, bahwasanya pasien rapid tes dengan hasil reaktif belum pasti positif covid-19. Perlu pengecekan lebih pasti melalui swab test. Serta pasien dengan hasil tes reaktif perlu diberikan edukasi langsung bukan hanya pada pasien saja akan tetapi keluarga pasien dan masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak ada berita HOAX yang tersebar di masyarakat. Selain itu peran lintas sektor sangat fundamental dalam mengkondisikan situasi di wilayah.

Warga yang datang dari luar kota/zona merah yang telah membawa hasil rapid test, tidak perlu test ulang di Puskesmas. Warga yang datang dari 4 zona merah (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jakarta) diharapkan segera melapor ke pengurus rukun tetangga (RT) dan Petugas Kesehatan Desa (perawat/bidan desa). Selanjutnya akan dijadwalkan rapid test di Puskesmas. Pemeriksaan rapid test maupun swab test tidak dipungut biaya/gratis.

dr.Jaka Setiyono pun menjelaskan situasi pelaku perjalanan di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo Bulan Agustus sampai dengan 13 September 2020. Adapaun hasilnya sebagai berikut :

No Desa Jml pelaku perjalanan Pelaku perjalanan yang di lakukan pemeriksaan rapid tes Pelaku perjalanan dengan hasil rapid reaktif Hasil swab positif
1 Gemaharjo 11 3 1 0
2 Tahunan 30 11 0 0
3 Tahunan Baru 9 8 2 0
4 Ploso 50 14 1 1

Disela-sela materi, Bapak Fatchul Huda,Amd.Kep selaku surveilans Puskesmas Gemaharjo serta dr.Harmas selaku dokter umum di Puskesmas Gemaharjo yang ditugaskan di Wisma Atlit Pacitan juga berbagi cerita dan pengalaman mengenai penanganan covid-19.

Diharakan dengan adanya pertemuan koordinasi linsek tentang penanganan covid-19 dapa meningkatkan pengetahuan linsek mengenai penanganan bagi pelaku perjalanan, suspek maupun kasus konfirmasi di wilayah serta dapat meningkatan koordinasi antara lintase sektor dengan Puskesmas dalam menangani masalah covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo.

SEHAT BERSAMA BALITA GIZI BURUK MELALUI PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) DENGAN PRINSIP ENZAGI (ENAK LEZAT DAN BERGIZI)

Menurut World Health Organization (2017), 45% kematian balita disebabkan oleh kekurangan gizi. Menurut data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Penilaian Status Gizi (PSG) tahun 2017 diketahui bahwa secara nasional 11,3% balita usia 0-23 bulan mengalami gizi kurang (berdasarkan indikator BB/U). Puskesmas Gemaharjo memiliki 4 wilayah Desa (Gemaharjo, Tahunan Baru, Tahunan, dan Ploso), dimana prosentase balita gizi burukunya 0,009%. Prosentase kecil, tidak menjadikan lintas program dan lintas sektor berdiam diri untuk menangani balita gizi buruk. Hal ini dimulai dari berbagai kegiatan, yang meliputi:

  1. Screening balita gizi buruk

Screening balita gizi buruk dilakukan setiap bulan, melalui pengukuran anthropometri, dimana kegiatannya: penimbangan berat badan (setiap bulan) dan pengukuran panjang badan/tinggi badan (setiap tiga bulan). Data anthropometri tersebut dianalisa menggunakan software anthropometri, sehingga dapat diketahui nila Z-score berdasarkan indikator BB/U, TB/U dan BB/TB.

  • Pemantauan status gizi

Rekap status gizi per posyandu akan di berikan lintas program (Gizi dan KIA) serta lintas sektor (pihak Desa yang ada diwilayah Puskesmas Gemaharjo). Data balita gizi buruk harus sinkron dari berbagai sektor, hal ini bertujuan agar intervensi untuk balita gizi buruk mempunyai sasaran yang sama.

  • Pemberian makanan tambahan dari bahan pangan lokal

Menurut Almatsier (2004), masalah gizi disebabkan oleh adanya kemiskinan, rendahnya ketersediaan pangan, dan sanitasi lingkungan yang buruk. Asupan zat gizi yang baik dapat membuat anak memiliki status gizi yang baik pula begitu juga sebaliknya. Pemberian MP-ASI (MP-ASI) sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizinya karena pemberian MP-ASI juga sangat memengaruhi status gizi bayi. Pendapatan keluarga yang rendah menjadi salah satu hal yang menyebabkan adanya masalah gizi. Tingkat pendapatan mempengaruhi kemampuan daya beli dan pemilihan jenis makanan (Adair. 2019).

 Ketersediaan makanan dalam keluarga secara tidak langsung dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi keluarga. Tercapainya ketersediaan makanan yang baik dalam keluarga akan memengaruhi pola konsumsi dalam keluarga yang nantinya akan memengaruhi intake zat gizi keluarga (Adair. 2019).

Melalui dana BOK, 100% balita gizi buruk mendapatkan makanan tambahan dan suplemen, dengan menu sebagai berikut:

  1. Abon sapi
  2. Abon tuna
  3. Stik ayam
  4. Stik lele
  5. Kue satu
  6. Kue sagon
  7. Kue gulung pisang kering
  8. Sirup zink
  9. dll
  10. Monitoring dan evaluasi

Monitoring dan evaluasi penanganan balita gizi buruk dilakukan setiap bulan melalui kegiatan di posyandu balita dan kunjungan rumah, melalui kegiatan tersebut perkembangan status gizi balita dapat terpantau dengan maksimal