Monthly Archive Maret 2020

REFRESHING KADER P4K DALAM PENURUNAN AKI DAN AKB PUSKESMAS GEMAHARJO

Guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman para kader tentang kesehatan ibu dan anak, Puskesmas Gemaharjo menggelar kegiatan refreshing kader P4K Senin (09/03/2020). Kegiatan ini diikuti oleh kader P4K dan TP PKK di 4 desa di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Gemaharjo dan dilanjutkan penyuluhan kesehatan. Dalam sambutannya beliau sangat mendukung adanya kegiatan pertemuan kader secara rutin karena kegiatan tersebut bertujuan untuk penyegaran pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kader.

Refreshing kader ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan tentang P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dan Soskespro (Sosialisasi Kesehatan Reproduksi). Penyuluhan disampaikan oleh ibu Siti Kholifah dan Ibu Ririn Widiawati. Penyuluhan yang disampikan oleh ibu Siti Kholifah meliputi siapa saja sasaran P4K, Tujuan P4K, Peran kader/bidan/masyarakat dalam penurunan P4K, gambaran situasi kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo serta Pentingnya Stiker P4K.

Sedangkan penyuluhan yang disampikan oleh ibu Ririn mengenai kebijakan program kespro-KB (ruang lingkup intervensi kesehatan usia reproduksi, kesehatan masa sebelum hamil, prencanaan kehamilan/KB, serta perlindungan kesehatan reproduksi)

Harapannya dari kegiatan ini yaitu kader mampu serta percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta kader kesehatan mampu menggerakkan masyarakat dalam upaya kesehatan promotif dan preventif.

PENYULUHAN TENTANG KELUARGA SEHAT DI PERTEMUAN MUSDUS

Pemerintah Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo menggelar musyawarah dusun penyusunan rencana kerja pemerintah desa. Musyawarah dusun diadakan di setiap balai dusun yang ada di Desa Gemaharjo (01-08/02/2020). Ada 7 Dusun yang menggelar musyawarah dusun yaitu Dusun Kaligondang, Gayam, Dondong, Bulusari, Clumpring, Dagen, dan Gemah.

Musyawarah dusun bertujuan untuk mempersiapkan program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020-2026 di Desa Gemaharjo.

Bersamaan dengan Musyawarah dusun tersebut, Puskesmas Gemaharjo bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk ikut serta dalam musyawarah dusun. Tujuan Puskesmas Gemaharjo ikut serta dalam kegiatan tersebut yaitu untuk menyampaikan hasil survei keluarga sehat serta penyuluhan tentang keluarga sehat di musyawarah dusun.  

Kegiatan diawali dengan penyampaian usulan program pembangunan oleh kepala dusun dan dilanjutkan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh Ibu Aminatu Rofi’ah,SKM. Informasi yang disampaikan yaitu mengenai hasil survei keluarga sehat yang sebelum telah dilaksanakan oleh Puskesmas Gemaharjo pada tahun 2017 s/d tahun 2018 serta penyampaian indikator keluarga sehat.

Ada beberapa indikator keluarga sehat yang belum mencapai kriteria sehat/pra sehat salah satunya yaitu indikator tidak merokok. Beberapa warga yang hadir dalam musdus tersebut mendapatkan stiker yang bertuliskan “dilarang merokok diruangan ini”. Bagi warga yang tidak merokok/yang berani untuk menempel stiker tersebut, akan diberikan 1 stiker untuk ditempelkan dirumah atau di balai dusun. Dan ternyata tidak semua warga/peserta yang hadir di musdus berani untuk menempel stiker tersebut. Dengan alasan, masih ada beberapa tamu yang berkunjung kerumah dan menghisap rokok serta takut jika ada stiker tersebut tidak ada tamu/teman yang akan berkunjung kerumah.

“Jika belum bisa berhenti/mengurangi rokok tidak apa-apa karena semua itu butuh proses,  namun jika ingin merokok diusahakan jangan didalam rumah karena yang menghisap asap rokok bukan hanya perokok saja namun keluarga yang lain semisal bayi/ibu hamil juga mengisap asap rokok dan pasti ada dampak kesehatan yang akan dirasakan oleh perokok/yang menghirup asap rokok tersebut” ujar Ibu Aminatu Rofi’ah.

Untuk menambah pemahaman/pengetahuan warga tentang bahaya merokok, Ibu Aminatu Rofi’ah,SKM pun menjelaskan bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan melalui “emo demo bahaya rokok”. Beberapa warga pun terlihat antusias saat penyampaian emo demo serta ada beberapa warga yang menanyakan tips jitu untuk berhenti merokok.

AYO KITA DUKUNG GERMAS

BUDAYAKAN GERMAS DALAM KEHIDUPAN KITA