Monthly Archive Oktober 2019

Sosialisasi Program P2TB di Dusun Gombang

TBC/TB adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Micobacterium tubercolosa. Bakteri ini merupakan basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengobatinya.Penyakit TB dapat menyerang siapa saja,kapan saja dan dimana saja.

Meningkatkan pengetahuan berupa pemberian penyuluhan, penyebarluasan informasi untuk mencegah timbulnya penyakit pada populasi yang sehat.

Gejala utama pasien TB adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat pada malam hari walau tanpa aktifitas dan demam. Komitmen Puskesmas Gemaharjo memberikan akses yang seluas-luasnya dan secepat-cepatnya bagi yang mau periksa dahak di Puskesmas.

Jangan takut untuk periksa dahak yaaa…

Kelas Pendampingan Perokok Jujur Desa Gemaharjo

Jumat, 25 September 2019

Kelas pendampingan perokok jujur merupakan kelanjutan dari kegiatan penyuluhan dan demonstrasi emo demo bahaya rokok. Diperuntukan bagi perokok yang memiliki keinginan dan niat untuk berhenti merokok.

Kegiatan ini dihadiri oleh kader pendamping perokok jujur, perangkat, tokoh masyarakat serta perokok yang didampingi.

Selain mendapatkan informasi kesehatan terkait bahaya rokok, diet gizi untuk perokok yang ingin berhenti merokok, pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran, peserta juga mendapatkan motivasi dan tips berhenti merokok dari para mantan perokok.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan capaian indeks keluarga sehat dalam program PIS-PK.

PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DI PUSKESMAS GEMAHARJO TAHUN 2019

Penyakit infeksi dan menular merupakan masalah yang masih dihadapi sebagian besar negara berkembang termasuk Indonesia. Sebagai lini pertama pelayanan kesehatan di masyarakat, Puskesmas berperan besar dalam hal pencegahn dan pengendalian infeksi yang terjadi.

Untuk itu perlu pengorganisasian program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) guna mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat serta ditularkan di antara pasien, staf Puskesmas dan pengunjung.

Guna meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik sumber daya manusia yang ada di Puskesmas Gemaharjo dalam hal Pencegahan dan Pegendalian Infeksi, untuk itu pada hari Kamis, 26 September 2019 di Aula Puskesmas Gemaharjo diadakan Sosialisasi PPI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Bubakan yaitu dr. Bambang Imam. Sasaran dari kegiatan PPI pada dasarnya ditunjukkan untuk seluruh karyawan karyawati Puskesmas Gemaharjo sebagai acuan kewaspadaan standar.

Selain materi Pengenalan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), peserta juga belajar untuk mengisi form assesment resiko PPI serta strategi penurunan resiko infeksi prioritas. Dibentuk kelompok untuk Pengisian form tersebut, dan diakhir kegiatan akan ada pemaparan hasil pengisian form yang telah dikerjakan oleh masing-masing tim.

Untuk selalu meningkatkan pengetahuan petugas, kegiatan terkait PPI ini akan ditindaklanjut lagi dengan pembinaan berkelanjutan selama yang bersangkutan masih bekerja di Puskesmas Gemaharjo.

PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH TAHUN 2019

Guna mengetahui masalah kesehatan dini pada siswa/siswi sekolah, Puskesmas Gemaharjo melaksanakan kegiatan rutin yaitu penjaringan kesehatan anak sekolah (Screning) tahun 2019. Penjaringan kesehatan ini dilaksanakan setiap awal penerimaan siswa/siswi baru.

Penjaringan kesehatan anak sekolah (Screening) adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan disekolah.

Penjaringan kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Gemaharjo dimulai sejak bulan September s/d November 2019. Penjaringan kesehatan dilakukan kepada peserta didik kelas 1 SD/MI, kelas VII SMP/MTS dan kelas X SMA/MA/SMK sederajat. Bagi SD/MI Kelas 2-6 dan SMP/MTS kelas VIII-IX dilakukan pemeriksaan berkala. Penjaringan kesehatan dilakukan di seluruh SD/SMP/SMA sederajat se-wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo dengan total sekolah yang dikunjungi yaitu 22 sekolah. Targetnya, seluruh siswa dapat diperiksa sesuai standart.

Jadwal penjaringan siswa digelar secara bertahap dari SD/MI hingga SMA/MA/SMK sederajat. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi Pemeriksaan kebersihan perorangan, Pemeriksaan status gizi, Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, Pemeriksaan kesehatan & ketajaman indera penglihatan pendengaran, Pemeriksaan kebugaran jasmani , Pendeteksiaan riwayat kesehatan keluarga, Pendeteksiaan riwayat kesehatan diri, Gaya hidup, Pemeriksaan kesehatan mental emosional serta Modalitas belajar & dominasi otak melalui kuesioner

Apabila ditemukan suatu masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka tindakan lanjut dari penjaringan kesehatan ini adalah dengan melakukan rujukan peserta didik ke Puskesmas Gemaharjo.

Pada kegiatan penjaringan kesehatan tersebut, para siswapun diajak untuk mempraktikan cara menjaga kesehatan. Diantaranya dengan mengajak membawa sikat gigi dari rumah kemudian diberikan pemahaman cara menggosok gigi yang benar. Selain itu siswa dikenalkan pula dengan pola hidup bersih dan sehat. Seperti melakukan cuci tangan yang benar dan bahaya rokok bagi kesehatan. 

Kegiatan penjaringan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Gemaharjo pun dirangkaikan dengan kegiatan minum obat cacing bersama untuk seluruh sasaran utamanya peserta didik di SD/MI.

SOSIALISASI MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) PADA KADER POSYANDU TAHUN 2019

Program Keluarga Berencana adalah salah satu solusi dan upaya Pemerintah untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan dengan menggunakan salah satu alat kontrasepsi baik kontrasepsi jangka pendek atau jangka panjang. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang yang meliputi IUD/Alat kontrasepsi dalam rahim, Implan dan Kontrasepsi mantap.

Sedikit dari masyarakat yang memilih untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Tidak terkecuali masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo. Sebagian besar masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo lebih memilih menggunakan kontrasepsi pil atau suntik.

Kurangnya pengetahuan dan minat masyarakat dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang menjadi salah satu permasalahannya. Informasi yang diakses bukan hanya melalui media saja, akan tetapi penyampain informasi kesehatan dapat melalui kegiatan posyandu. Dimana, penyebaran dan penyampaian informasi kesehatan khusunya tentang kontrasepsi jangka panjang dapat disampaikan di meja no 4 saat kegiatan posyandu.

Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu yaitu selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku sehat. Peran Kader dalam program KB adalah sebagai pilar utama untuk suksesnya program Keluarga Berencana (KB).

Menyadari pentingnya peran para kader tersebut, Puskemas Gemaharjo melaksanakan kegiatan rutin yang diikuti oleh kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo. Kegiatan tersebut yaitu berupa sosialisasi MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) pada kader posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 26 Agustus 2019 bertempat diruang pertemuan Puskesmas Gemaharjo.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan kader dapat menjadi penggerak masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang serta dapat menyebar luaskan informasi keuntungan penggunaan kontrasepsi jangka panjang bagi pasangan suami istri usia subur.