Monthly Archive Juli 2019

TENAGA KESEHATAN TELADAN (NAKESDAN) PUSKESMAS GEMAHARJO JUARA I PROVINSI JATIM

Selamat, kepada Aminatu Rofi’ah SKM Raih Juara 1 Nakes Teladan Tingkat Provinsi Jatim Kategori Tenaga Kesehatan Masyarakat Tahun 2019

Bersama Team Nakesdan dari Pacitan dalam mengikuti seleksi Pemilihan Tenaga Kesehatan di Propinsi Jawa Timur

Aminatu Rofi’ah berhasil terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 untuk kategori tenaga kesehatan masyarakat. Pengumuman kemenangan Aminatu Rofi’ah diumumkan melalui surat edaran Dinkes Provinsi Jatim.

Aminatu Rofi’ah merupakan salah satu karyawan yang bekerja di Puskesmas Gemaharjo Kabupaten Pacitan, bekerja sebagai promotor kesehatan. Terpilihnya Aminatu Rofi’ah sebagai pemenang Nakes (Tenaga Kesehatan) ketegori tenaga kesehatan masyarakat dengan inovasi “Kopi Mesra Demo Rokok”, tak lupa karena dukungan dan bantuan dari segala sektor dan pihak yang terkait. Ucapan terimakasih diberikan kepada seluruh pihak yang membantu proses persiapan dan pelaksanaan penilian Nakes tahun 2019 tingkat Provinsi Jatim. Terutama ucapan terimaksih diberikan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas Gemaharjo serta seluruh warga desa Tahunan Baru Kabupaten Pacitan.

Dengan tidak ada rasa enggan , dimanapun ada masyarakat berkumpul, selalu membawa senjata dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan emo demo nya

Desa Tahunan Baru, merupakan salah satu desa percontohan yang menjalankan dan mengaplikasikan program inovasi Kopi Mesra Demo Rokok yang dirancang oleh Aminatu Rofi’ah, yang kegiatannya meliputi kopi mesra, emo demo bahaya rokok, ragat PHBS, dan perokok jujur.

Tenaga kesehatan teladan dipilih dan diseleksi oleh Dinkes Provinsi Jatim. Ada 8 jenis tenaga kesehatan yang dipiilih yakni terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan   masyarakat, kesehatan lingkungan, nutrisions dan ahli teknik laboratorium medik.

Selamat dan sukses Aminatu Rofi’ah SKM, semoga dengan bertambahnya sumbangan prestasi untuk Kabupaten Pacitan khusunya prestasi di bidang kesehatan bisa menjadikan Kabupten Pacitan lebih maju dan inovatif dalam penggerakan program kesehatan…..

Siap Berkampanye

Salam Sehat …….. !!!

PENDATAAN KELUARGA SEHAT DESA PLOSO, Untuk PACITAN YANG LEBIH SEHAT

Dr. Andri Pradyaksanti sedang cek Kesehatan bagi warga di Dusun Semburan Bagian Njapoh. Desa Ploso Yang Paling Sulit medannya

Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program untuk meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan Keluarga dalam rangka  Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga telah dilakukan sejak tahun 2016. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkaun sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas dengan mendatangi keluarga. Adapaun tujuan dari survey keluarga sehat melalui pendekatan keluarga tersebut adalah mewujudkan keluarga sehat di dalam masyarakat sehingga dapat terpantau kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Survey Keluarga Sehat Wilayah Kerja Puskesmas Gemaharjo Tahun 2019

Survey Keluarga Sehat dengan Pendekatan Keluarga tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Gemaharjo dilakukan dari rumah ke rumah. Survey dilakukan di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo. Terkait hal tersebut, Puskesmas Gemaharjo menerjunkan tim guna mendata keluarga yang ada di wilayah tersebut. Survey Keluarga Sehat Desa Ploso dimulai awal bulan Juli 2019. Tim surveyor memiliki tugas untuk mendata keluarga yang ada di wilayah Desa Ploso. Setiap minggunya, ada beberapa tim yang terjun ke lapangan untuk pendataan keluarga sehat.

Untuk memperlancar kegiatan Survey Keluarga Sehat tahun 2019, sebelum melakukan pendataan ke setiap keluarga, tim surveyor keluarga sehat telah berkoordinasi dengan perangkat desa serta kader kesehatan yang ada di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo.

Tim Surviyor Keluarga Sehat mengawali pendataan dengan wawancara dan tanya jawab terkait indikator keluarga sehat sesuai dengan blangko survey keluarga sehat. Tak lupa, tim surviyor juga memeriksa tekanan darah dari setiap anggota keluarga yang dikunjungi.

Setiap rumah yang telah dikunjungi oleh tim surviyor keluarga sehat, akan diberikan leafleat dan stiker. Leafleat tersebut berisikan informasi 12 indikator keluarga sehat. Sedangkan stiker akan ditempel dibagian pintu depan rumah sebagai bukti bahwa keluarga tersebut sudah di survey oleh tim surviyor keluarga sehat Puskesmas Gemaharjo.

Tidak lupa, tim surviyor juga melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) ke setiap keluarga yang dikunjungi. KIE yang disampaikan oleh tim surviyor sesuai dengan 12 indikator keluarga sehat (informasi terkait KB, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat ASI ekslusif, balita mendapat pemantauan pertumbuhan, penderita TB paru mendapat pengobatan sesuai standard, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota JKN, keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Puskesmas Gemaharjo juga membuat dan mengelola data, menganalisa dan merumusukan masalah kesehatan dari hasil survey keluarga sehat. Hasil akhir dari perumusan masalah kesehatan akan dicari pemecahan masalahanya dan solusi dari pemecahan permasalahan tersebut akan diimplementasikan di masyarakat. Semua itu dalam upaya promotif, preventif dan rehabilitative.

Selesai pendataan, pembinaan dan cek kesehatan adalah penempelan Stiker di pintu rumah

SUKSESKAN DAN DUKUNG, PROGRAM INDONESIA SEHAT MELALUI PENDEKATAN KELUARGA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

HEPATITIS A BIKIN HEBOH WARGA PACITAN

dr. Andri Pradyaksanti sedang memberikan Penyuluhan Penanggulangan Hepatitis A di wilayah Kecamatan Tegalombo

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, yang terdiri dari Hepatitis A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E sering muncul sebagai kejadian luar biasa, ditularkan fecal oral  dan biasanya berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehata (PHBS), bersifat akut dan dapat disembuhkan dengan baik.

Penyakit hepatitis A ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, mudah menular melalui fecal oral, nama lain sakit kuning, dan membutuhkan perawatan yang intensif. Gejala-gejala orang yang terkena virus hepatitis A ini terbilang lambat munculnya, namun bisa ditandai dengan kelelahan dan mual dan muntah, perut terasa sakit, mulai kehilangan selera makan, demam ringan, urin berwarna gelap, dan juga nyeri sendi. Tanda yang paling terlihat adalah kulit yang menguning dan bagian putih mata yang juga ikut menguning. Gejala-gejala ini mungkin relatif ringan dan hilang dalam beberapa minggu, namun infeksi hepatitis A ini juga bisa dialami hingga beberapa bulan.

Kepala Dusun Pinggir Desa Tahunan Baru, Hadir dalam acara Penyuluhan Hepatitis A di Puskesmas Gemaharjo.

Penularan Hepatitis A melalui fecal oral (tinja/kotoran yang terinfeksi virus masuk melalui mulut), makanan dan minuman yang terkontanminasi, makanan dan minuman yang tidak dimasak, sumber air yang terkontaminasi, kebiasaan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, lingkungan tidak bersih, kebiersihan diri kirang serta berhubungan seksual dengan penderita. Sumber penularan tidak lain yaitu dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat.

Dengan adanya KLB Hepatitis A tersebut, Bupati Pacitan mengeluarkan kebijakan melalui peraturan Bupati yaitu seluruh penderita Hepatitis A yang di rawat baik rawat jalan ataupun rawat inap dibebaskan biaya berobat.

Penyuluhan di Posyandu Lansia Dsn Gemah

Salah satu upaya mengurangi penyebaran penyakit dilakukan dengan , bagi penderita Hepatitis A yang memasuki masa pemulihan untuk istirahat total selama sebulan, biasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) setelah makan/minum/dari kamar mandi (BAB/BAK), serta penderita tidak menjamah makanan.

Tidak hanyadaerah yang terdampak saja yang harus waspada, akan tetapi seluruh wilayah yang ada di Pacitan harus selalu waspada dengan penyebaran virus Hepatitis A tersebut. Petugas kesehatanpun harus menyebarkan luaskan  informasi tentang Hepatitsi A. Agar seluruh masyarakat mengetahui apa itu Hepatitis A, bagaimana pola penyebarnnya serta pencegahannya. 

Apabila anda atau keluarga anda ada yang menderita gejala Hepatitis A, segera periksa ke Puskesmas terdekat !!