Monthly Archive November 2017

Pemantaban MKJP

 

KADER POSYANDU DESA GEMAHARJO DALAM PERTEMUAN LINTAS SEKTOR

PROGRAM GRASIA DAN PEMANTAPAN MKJP

Puskesmas Gemaharjo Dukung Panca Program Kesehatan di Pacitan

Berbagai program inovasi telah dilakukan di kabupaten Pacitan dalam rangka percepatan target-target kesehatan. Program tersebut lebih dikenal dengan panca program unggulan kesehatan, yaitu:

  1. Jaminan pemeliharaan Kesehatan Pacitan (JPKP)
  2. Gerakan Selamatkan Ibu dan Anak (Garsia)
  3. Kampung ASI
  4. Sanitasi Total untuk Masyarakat Pacitan (Santun Mapan)
  5. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular (Pinular Temen)

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya sebagai upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat. Tujuannya guna meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Saat ini masyarakat telah mengalami perubahan pola penyakit yang diistilahkan transisi epidemiologi. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain.

Kejadian penyakit tidak menular memicu meningkatnya pembiayaan kesehatan yang harus ditanggung masyarakat dan pemerintah. Menurunnya produktivitas yang ada akhirnya akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Terkait hal tersebut, UPT Puskesmas Gemaharjo ikut merasa terpanggil dan mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Pacitan. Untuk mensukseskan kegiatan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan UPT Puskesmas Gemaharjo bekerjasama dengan Pemerintah Desa serta lintas sektor untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurus kartu BPJS mandiri bagi mereka yang belum mempunyai Kartu KIS serta bagi mereka yang sering berobat ke puskesmas.

Dalam Gerakan Selamatkan Ibu dan Anak (Garsia), UPT Puskesmas Gemaharjo memiliki kegiatan inovasi “Mahlica” yaitu kepanjangan dari Gemaharjo Peduli Catin. Pasangan yang akan menikah diwajibkan mengikuti kelas ini minimal satu kali sebelum mereka menikah. Masih banyaknya ibu hamil dengan anemia dan bayi baru lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah hal-hal tersebut dianggap perlu untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak dan informasi tentang penyakit dari keturunan calon suami dan istri yang bisa di dapatkan dari Kelas catin ini. Dari kelas ini kemudian dilanjutkan ke Kelas Ibu Hamil ketika pasangan ini si istri telah hamil. Dan selama 9 bulan mengikuti kelas ini, calon ibu akan mendapatkan materi tentang kehamilan, tanda bahaya persalinan dan perawatan bayi termasuk pentingnya ASI.

UPT Puskesmas Gemaharjo adalah puskesmas yang pertama kali mendeklarasikan kampung ASI di Kabupaten Pacitan. Dan saat ini, kegiatan ini telah direplikasi oleh desa yang lain di wilayah UPT Puskesmas Gemaharjo secara bertahap. Kegiatan kampung ASI salah satunya adalah adanya Kelas Ibu Menyusui. Setelah ibu melahirkan dan lulus dari Kelas Ibu Hamil, ibu akan melanjutkan di Kelas Ibu Menyusui. Di kelas ini ibu diajarkan tentang pentingnya ASI Eksklusif, bagaimana cara menyusui yang benar, serta praktek cara pembuatan PMT balita di rumah yang bernilai gizi tinggi dari bahan lokal sebagai persiapan ibu jika bayinya sudah berumur 7 bulan. Selama 6 bulan mengikuti kelas ini, ibu akan mendapatkan kartu KMS ASI Eksklusif untuk memantau apakah ibu putus ASI Eksklusif atau tidak.

Dalam mensukseskan kegiatan Santun Mapan, UPT Puskesmas Gemaharjo secara periodik melaksanakan monev jamban dan bekerjasama dengan desa mengadakan lomba PHBS dan jamban sehat (STBM 5 Pilar) pada setiap perayaan HUT RI bulan Agustus.

Posbindu PTM, Eduristi Prolanis dan Posyandu Lansia adalah kegiatan di UPT Puskesmas Gemaharjo yang berjalan rutin setiap bulan dalam rangka mengendalikan penyakit tidak menular.

Kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan tersebut tidak lain adalah merealisasikan TUJUAN UPT Puskesmas Gemaharjo yaitu Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Mandiri.